Jasa Backlink BOS PBN

Ingin Hasilkan Konten SEO Berkualitas, Hindari 8 Kesalahan Penerapan SEO Berikut

Hasilkan Konten SEO Berkualitas

Penerapan Konten SEO Berkualitas dalam sebuah Blog bertujuan untuk menaikkan Page Authority website anda. Semakin Banyak Artikel yang anda miliki berada di halaman 1 google, semakin memungkinkan pula menaikkan Domain Authority web anda.

Bagi yang belum memahami dunia SEO, pasti berpikir untuk apa konten ataupun website harus berada di halaman pertama Google? Anda tentu mengetahui seberapa luasnya pasar yang ada disana, itulah mengapa website anda harus berada di halaman pertama google.

Untuk bisa Berada di halaman 1 google, Hindari 8 Kesalahan Penerapan SEO Berikut Untuk Konten Berkualitas

Halaman pertama mesin pencari terutama posisi teratas merupakan posisi yang memberikan peluang besar agar website memperoleh banyak pengunjung. Sehingga nantinya akan menarik perhatian mesin pencari. Tentu saja, membuat konten berkualitas ada caranya, salah satunya tidak melakukan beberapa poin berikut.

Typo dan Salah Ejaan

Ketika sebuah artikel siap dibuat, pasti lihat ulang ataupun dibaca kembali untuk menghindari penggunaan huruf yang salah atau tinggal satu huruf, salah kata dan salah tanda baca. Jika ada typo ataupun ejaan yang salah, pastinya tidak disukai Google.

Sebenarnya bukan saja Google, namun pengunjung pun tidak nyaman membaca artikel yang dibuat asal-asalan. Kepercayaan pengunjung akan konten yang dibuat menjadi berkurang. Meskipun berisi hal-hal yang menarik dan informatif tetapi tidak ada gunanya jika masih banyak typo.

Memang tidak semua orang ataupun pengunjung website paham tentang kaidah penulisan sesuai KBBI dan penerapan SEO. Tetapi seiring waktu terutama saat ini sudah banyak pembaca yang kritis, maka kesalahan sedikit saja pada artikel bisa diketahuinya.

Apalagi jika salah eja terletak pada kata kunci yang digunakan. Misalnya kata kunci seharusnya “jasa backlink murah berkualitas” tetapi salah tulis menjadi “backlink berkualitas dan murah” ataupun “jasa backlink murah kualitas”.

Saat ada pengunjung yang membutuhkan artikel dan menuliskan kata kunci yang benar di Google, tetapi artikel yang ditemukan adalah artikel orang lain. Hal ini disebabkan kata kunci yang digunakan pada artikel yang sudah dibuat ada kesalahan penerapan SEO.

Isi Konten Tidak Relevan dengan Kata Kunci

Poin penting yang juga harus diperhatikan ialah saat memilih kata kunci. Melihat saat ini banyak sekali artikel dengan beragam kata kunci, bahkan tidak jarang antara satu website dengan website lain memiliki kata kunci artikel yang sama.

Sebenarnya boleh saja, namun artikel yang dibuat sendiri harus mampu bersaing dengan competitor tersebut dari segi manapun agar menduduki tingkat pertama mesin pencari. Gunakan kata kunci penerapan SEO yang sesuai dan memang itu pembahasannya di artikel. Hindari menggunakan kata kunci yang pembahasannya hanya sekilas saja di konten dan sisa isi konten membahas yang tidak berhubungan dengan kata kunci.

Jika memang ada artikel seperti ini, maka situs website yang dimiliki berisiko tinggi terkena penalty oleh mesin pencari. Karena tidak sesuai dengan apa yang diharapkan, malah mengecoh pembaca.

Konten Sponsored Post Hasil Copas

Salah satu konten yang umumnya dibuat oleh seorang blogger adalah review tentang produk baik itu barang atau jasa. Memang bukan kesalahan membuat sponsored post dan mendeskripsikan suatu produk selama konten yang dibuat benar-benar asli, tidak menggunakan deksripsi produk lain apalagi copas.


Meskipun begitu, sampai sekarang ini tetap masih ada orang yang suka copas. Padahal content plagiat merupakan ciri konten tidak berkualitas. Jika memang konten dengan penerapan SEO yang dibuat berbayar, maka berilah informasi yang jujur. Boleh saja mencantumkan kelebihan dan kekurangan produk sesuai pengalaman setelah menggunakan produk tersebut. Memaparkan tentang produk pun lebih baik menggunakan bahasa sendiri. Lebih bagus lagi produk yang direview berhubungan dengan website sendiri ataupun blog sendiri.

Sering Arisan Link

Arisan link adalah suatu istilah untuk kegiatan saling tukar link yang dilakukan oleh para konten creator ataupun blogger. Mungkin memang memiliki niat yang baik yaitu untuk meningkatkan kunjugan ke blog atau website.

Meskipun demikian, cara ini dianggap suatu kesalahan penerapan SEO oleh mesin pencari Google biasa disebut seo kuno. Sehingga jika terlalu sering menerapkan arisan link, bisa saja Google menurunkan posisi website dari halaman mesin pencari.

Duplikasi Bukanlah Konten Berkualitas

Jika sering berkunjung ataupun mencari berbagai artikel di Google. Pasti pernah menemukan satu diantara banyak artikel yang melakukan duplikasi konten. Bagaimana cara mengetahuinya? Yaitu lihat dari judulnya yang sangat menarik dan memang membangkitkan rasa ingin tahu pengunjung. Namun, saat sudah membuka link website tersebut, pengunjung pun membaca isi artikel. Nah, di sinilah ditemukan bahwa isi konten hanya menulis ulang dari website lain.

Seluruh isi artikel sama, bahwa penggunaan kata dan kalimat seluruhnya sama. Ini jelas konten yang tak berkualitas. Mungkin memang informative, tetapi kebanyakan pengunjung tidak suka artikel seperti ini apalagi mesin pencari.

Penggunaan Kata Kunci yang Memaksa

Kata kunci yang dimasukkan dalam artikel tentu saja harus natural sehingga saat para pengunjung membacanya tidak merasa janggal. Bahkan mesin pencari Google saja bisa mengenali hal ini. Jika ada kata kunci yang terkesan memaksa membuat struktur kalimat tersebut tidak benar dan hal ini akan berdampak pada konten secara keseluruhan. Makanya penting menggunakan kalimat yang natural dan utuh.

Banyak Penggunaan Keyword dalam Satu Paragraf

Bagi yang belum paham benar tentang dunia penerapan SEO, banyak menyebutkan bahwa semakin banyak kata kunci yang digunakan akan semakin baik untuk konten akan diperhatikan oleh mesin pencari.

Memang benar, sebuah konten lebih cepat dilihat mesin pencari jika banyak digunakan kata kunci tetapi banyak sedikitnya tergantung jumlah kata dalam konten tersebut.

Misalnya, konten hanya memiliki 500 kata digunakan kata kunci berulang-ulang hingga 20 kali. Cara ini tidak bagus sebab sebaiknya dalam 100 kata digunakan 1 kata kunci. Sehingga jika 50 kata seharusnya kata kunci diulang-ulang sebanyak 5 kali. Makanya, perlu diperhatikan kembali hal ini dengan baik. Jangan hanya karena ingin cepat-cepat menduduki posisi teratas kemudian menggunakan jumlah kata kunc yang tidak masuk akal.

Video Tidak sesuai Isi Konten, Hasilnya Kurang Berkualitas

Video kerap dimasukkan dalam konten agar pembaca betah berlama-lama dengan konten. Namun, tetap saja penting menggunakan video yang relevan atau sesuai dengan isi konten.

Misalnya, membuat konten tentang cara membuat bolu pisang, maka videonya mulai dari apa saja bahan yang digunakan hingga cara membuatnya. Atau ada informasi yang tidak disampaikan melalui tulisan dalam konten maka boleh disampaikan dalam video.

Pembaca tidak akan suka dengan gambar serta video yang tidak relevan dengan isi konten. Begitu juga Google tidak memberikan perhatian penuh pada konten seperti ini.

Nah, jadi itulah 8 kesalahan yang umumnya dilakukan oleh para blogger ataupun konten Writer dengan penerapan SEO. Apalagi blogger pemula, pasti sering melakukan beberapa poin di atas. Jadi, sekarang setelah mengetahui semua kesalahan tersebut, agar ke depannya tidak mengulangi lagi. Kamu bisa belajar menulis konten seo berkualitas dari Penulis Blog Profesional yang biasa kami jadikan sebagai patokan standar konten yang disukai mesin pencari.

Mulai memperbaiki konten yang sudah ada agar berkualitas dan patut menduduki posisi teratas di halaman mesin pencari.

Baca Juga :